BeritaNU.net
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Internasional
  • Daerah
  • Poitik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Budaya
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Sains
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Internasional
  • Daerah
  • Poitik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Budaya
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Sains
No Result
View All Result
BeritaNU.net
No Result
View All Result
Home Berita

Manaqib KH Anwar Musaddad: Sang Diplomat Sejati dari Priangan

Admin Redaktur by Admin Redaktur
April 3, 2025
in Berita
0
Manaqib KH Anwar Musaddad: Sang Diplomat Sejati dari Priangan
0
SHARES
66
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

KH Anwar Musaddad adalah Ketua Kokesin dan Pendiri Hizbullah Priangan (Parahyangan) yang dimakamkan di Komplek Pesantren Al-Musaddadiyah, Jayaraga, Garut.

Pembaca mungkin heran ketika membaca kata ‘diplomat’ di dalam judul tulisan ini. Banyak orang mengenal kiprah KH Anwar Musaddad sebagai seorang Guru Besar, pendiri, sekaligus rektor pertama Institut Agana Islam Negeri (IAIN) Sunan Gunung Djati, Bandung (1968). Beliau juga pendiri Pondok Pesantren dan Yayasan Pendidikan Al-Musaddadiyah di Garut. Sepeninggal beliau pada tahun 2000, kepemimpinan pondok dilanjutkan oleh Dra. Hj. Yies Sa’diyah, M.Pd., dan adik-adiknya. Pesantren ini terus berkembang dengan jumlah siswa dan santri putra dan putri dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketika saya menuliskan salah satu sisi keilmuan dan keterampilannya sebagai diplomat, orang mungkin bertanya-tanya, “Kiai Musaddad pernah bertugas di negara mana? Apa jabatan yang diembannya, sebagai atase, konsuler, atau duta besar?” Pertanyaan semacam itu wajar jika seseorang memahami kata “diplomat” sebatas jabatan atau profesi yang diberikan kepada seseorang yang bertugas dalam kegiatan diplomatik.

Dalam perjalanan kariernya, Kiai Musaddad memang tidak pernah menyandang profesi sebagai konsuler atau duta besar. Namun, secara praktik, beliau sudah melaksanakan tugas melebihi tugas pokok dan fungsi seorang diplomat.

Literasi tentang perjalanan keilmuan KH Anwar Musaddad, yang lahir pada 3 April 1909, telah banyak dimuat di berbagai media. Ia pernah bersekolah di HIS (setingkat SD) Kristen, lalu melanjutkan ke sekolah MULO (setingkat SMP) Kristen di Garut, dan kemudian berlanjut di tingkat AMS (setingkat SMA) Kristen di Sukabumi. Ketika sedang bersekolah di AMS, ibunya memintanya pindah ke Pesantren Cipari Wanaraja, Garut, khusus untuk belajar ilmu agama.

Tidak cukup belajar agama Islam di Garut, pada tahun 1930 beliau menimba ilmu ke Mekkah dan bermukim di sana selama 11 tahun di Madrasah Al-Falah. Beliau belajar dari ulama-ulama terkenal masa itu, seperti Sayyid Alwi al-Maliki, Syekh Umar Hamdan, Sayyid Amin Qubti, Syekh Janan Toyyib (Mufti Tanah Haram asal Minang), dan Syekh Abdul Muqoddasi (Mufti Tanah Haram asal Solo). Beliau memiliki kemampuan berbicara dan menulis dalam bahasa Indonesia, Belanda, dan Arab dengan sangat baik. Sebelumnya, selama kurang lebih satu tahun (1930), ia berguru kepemimpinan kepada H.O.S. Tjokroaminoto di Jakarta.

Tahun 1941, beliau pulang ke tanah air tidak sendirian, tetapi membawa serta rombongan warga negara Indonesia yang terlantar yang sudah bertahun-tahun bermukim di Hijaz. Kiai Musaddad membawa serta 630 orang laki-laki, perempuan, dan anak-anak menggunakan kapal  S.S. Garoet-Rotterdam. Mereka adalah rombongan terakhir yang ia pimpin sendiri dalam perjalanan selama 26 hari dari Jeddah ke Tanjung Priok. Total ada 2.320 orang dewasa dan 184 anak-anak) yang berhasil dipulangkan kembali ke Hindia BelandaProses pemulangan ribuan warga yang terkatung-katung di negeri Arab itu membutuhkan keterampilan diplomasi yang sangat tinggi. Tidak hanya kemampuan bahasa, tetapi juga pendekatan yang cerdik, menggunakan teknik advokasi yang sangat luar biasa agar program pemulangan tersebut berhasil.

Sisi lain dari perjuangan Kiai Musaddad adalah kiprahnya dalam dunia politik, saat ia ikut membangun sebuah kekuatan sayap militer Masyumi di Priangan yang diberi nama barisan Hizbullah. Saat itu, usianya sekitar 36 tahun. Ia tidak hanya menjadi guru, tetapi juga seorang pelatih, mentor, dan pendamping dalam tugas kemiliteran, sekaligus memberikan bekal ilmu agama. Namanya tercantum dalam struktur tertinggi organsiasi Hizbullah Priangan. Di bawah asuhan Kiai Musaddad, para prajurit Barisan Hizbullah Priangan tidak hanya mahir dalam taktik dan praktik berperang, tetapi juga memahami dengan baik pengetahuan dan amalan agama. Ia turut merasakan kekerasan saat perang benar-benar meletus, misalnya saat markas Hizbullah di Cicadas Bandung dibom oleh tentara sekutu yang diboncengi Belanda.

 

Sang Diplomat Sejati

Pada saat Kiai Musaddad bermukim di Jeddah (1930–1941), bersamaan dengan itu juga terjadi Perang Dunia II, di mana Kerajaan Belanda sedang mengalami kekalahan dari tentara Jerman, lalu Belanda memindahkan ibukotanya ke London, Inggris. Situasi ini sangat berdampak pada perkembangan ekonomi dan terutama sistem transportasi di Negeri Jajahan Hindia Belanda. Kapal-kapal besar yang biasa lalu-lalang dari Surabaya atau Batavia dari dan menuju Jeddah, menjadi terhambat. Pengiriman uang dan perjalanan orang sangat terganggu. Ribuan warga Indonesia yang bermukim di Saudi Arabia untuk keperluan haji, menuntut ilmu, hingga bekerja, terlunta-lunta karena kehabisa bekal. Mereka hanya menginginkan satu hal, segera pulang ke kampung halaman.   Tahun 1940 adalah puncak krisis di Negeri Belanda yang berpengaruh terhadap warga jajahan di Hindia Belanda yang bermukim di Hijaz. Para pemuka mukimin di Hijaz, termasuk Kiai Musaddad, sepakat membentuk wadah perkumpulan yang dinamakan Komite Kesengsaraan Indonesia yang disingkat Kokesin. Kiai Musaddad didapuk menjadi Ketua Kokesin terakhir dan bertugas memimpin rombongan terakhir yang hendak pulang ke tanah air.

Proses pemulangan dengan kapal milik Belanda itu sungguh tidak mudah, mengingat jumlah warga yang terlantar mencapai ribuan. Pada saat itulah kemampuan diplomasi untuk melakukan pendekatan dengan para pihak, baik kepada Konsulat Hindia Belanda yang ada di Saudi Arabia maupun perwakilan pemerintah dan parlemen di Batavia, diuji. Juga dengan para pemuka organisasi Islam yang tergabung dalam Majelis Islam A’la Indoneai (MIAI).

Kiai Musaddad yang pernah menjadi ajudan pribadi H.O.S. Tjokroaminoto, ikut memudahkan hubungan dengan MIAI ini. Maka, saat Kokesin mengirim surat ke tanah air untuk pertama kali dengan judul, Rakyat Indonesia Sengsara Minta Kapal Vrij. Vrij maksudnya adalah cuma-cuma. Segera saja permintaan itu menjadi topik utama para pihak terkait; pemerintah, parlemen, tokoh-tokoh Islam, dan media massa. Isu mukimin terlantar menjadi liputan media hampir sepanjang tahun 1940-1941.

Surat itu juga dikirimkan kepada Raja Ibnu Saud. Dengan berbagai teknik pendekatan diplomasi yang jitu, akhirnya Raja meneruskan permintaan itu kepada Menteri Luar Negeri, Amir Faizal; yang selanjutnya Amir Faizal meminta kepada Konsul Hindia Belanda di Jeddah agar lebih serius mengurusi nasib para mukimin.

Atas kegigihannya, pada tanggal 15 September 1941, rombongan terakhir yang ia pimpin berangkat pulang ke Tanah Air. Perjalanan selama 26 hari di atas kapal itu telah mencatatkan cerita yang begitu syahdu. Kebetulan saat itu berbarengan dengan bulan puasa. Para penumpang kapal harus berpuasa lengkap dengan semua ritualnya, termasuk shalat tarawih, membayar zakat, shalat Idul Fitri hingga menyembelih sapi untuk dimakan bersama-sama. Semua dilakukan di atas kapal Laut. Dan Kapal Laut S.S. Garoet akhirnya bisa berlabuh Tanjung Priok pada 4 November 1941.

Akhir kalam, membaca buku KH Anwar Musaddad, Ketua Kokesin dan Pendiri Hizbullah Priangan, yang ditulis oleh Iip D. Yahya, seakan membaca kisah yang sangat mengharukan. Buku ini berhasil mengungkap sisi terang yang jarang sekali terungkap ke publik. Seperti yang saya tulis di atas, cerita tentang perjalanan keilmuan dan dakwah Kiai Musaddad sudah bisa dengan mudah ditemukan di berbagai media. Namun, sisi keterampilan dan keilmuan dalam bidang diplomasi, ini baru bisa ditemukan dalam buku ini.   Buku yang ditulis Iip Yahya ini tidak hanya ditulis dengan pilihan kata yang enak dan tidak hanya berdasarkan cerita dari keluarga atau gosip dari mulut ke mulut. Tulisan di dalam buku ini merujuk pada bacaan yang sangat luas, termasuk kliping koran yang memuat pemberitaan tentang kiprah Kiai Musaddad dari tahun 1930 hingga 1970-an. Sekalipun penulisnya hanya punya waktu singkat untuk riset, tetapi ia berhasil mendapatkan semua sumber rujukan penting tersebut dari Perpustakaan Nasional di Jakarta. Selamat membaca buku yang mampu mengungkap sisi terang dari seorang alim, pejuang, guru, intelektual, sekaligus diplomat sejati.

Penulis: Ahsan Jamet Hamidi, Ketua Ranting Muhammadiyah Legoso dan Wakil Sekretaris LPCRPM, PP Muhammadiyah.

Admin Redaktur

Admin Redaktur

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mengenal Novel Semesta Perempuan Karya Neneng Syahidah Murtadho 

Mengenal Novel Semesta Perempuan Karya Neneng Syahidah Murtadho 

January 9, 2024
PCNU Jaktim Bantah Rekomendasikan RMI NU Bubarkan Rabithah Alawiyah

PCNU Jaktim Bantah Rekomendasikan RMI NU Bubarkan Rabithah Alawiyah

August 28, 2023
Ruwahan Akbar Kampung Cipulir 2024: Kolaborasi Ulama, Umaro,  Ormas Islam dan Ormas Lainnya Se- Kelurahan Cipulir

Ruwahan Akbar Kampung Cipulir 2024: Kolaborasi Ulama, Umaro, Ormas Islam dan Ormas Lainnya Se- Kelurahan Cipulir

March 10, 2024
Yth: Sahabatku Prof. Muzakki (Sekretaris PWNU Jawa Timur) yang Baik

Yth: Sahabatku Prof. Muzakki (Sekretaris PWNU Jawa Timur) yang Baik

October 13, 2021
M. Rofi`i Mukhlis:  Hina Gus Dur,  Mustofa Nahrawardaya Harus Ditangkap Kembali!

M. Rofi`i Mukhlis: Hina Gus Dur, Mustofa Nahrawardaya Harus Ditangkap Kembali!

0
Kemandirian Dana Muktamar NU

Kemandirian Dana Muktamar NU

0

Dari NU DKI Jakarta dan Gus Nadir untuk Muktamar NU 3B (Berkualitas, Bermanfaat dan Bermartabat)

0
Polda Metro Jaya Gelar Vaksinasi di Ponpes Miftahul Ulum, Jaksel

Polda Metro Jaya Gelar Vaksinasi di Ponpes Miftahul Ulum, Jaksel

0
Ketua PW RMI-NU DKI Jakarta Blak-blakan: Kalau Pengurus Solid, NU Bisa Berdampak Besar bagi Masyarakat!

Ketua PW RMI-NU DKI Jakarta Blak-blakan: Kalau Pengurus Solid, NU Bisa Berdampak Besar bagi Masyarakat!

April 10, 2026
K.H. Agus Muslim, Role Model Pemimpin NU dari Akar Rumput

K.H. Agus Muslim, Role Model Pemimpin NU dari Akar Rumput

April 4, 2026
pulau rote

Pesona Tersembunyi Pulau Rote

March 20, 2026
Dinding Rembes dan Lembap? Ini Penyebab dan Solusinya

Dinding Rembes dan Lembap? Ini Penyebab dan Solusinya

March 6, 2026

Recent News

Ketua PW RMI-NU DKI Jakarta Blak-blakan: Kalau Pengurus Solid, NU Bisa Berdampak Besar bagi Masyarakat!

Ketua PW RMI-NU DKI Jakarta Blak-blakan: Kalau Pengurus Solid, NU Bisa Berdampak Besar bagi Masyarakat!

April 10, 2026
K.H. Agus Muslim, Role Model Pemimpin NU dari Akar Rumput

K.H. Agus Muslim, Role Model Pemimpin NU dari Akar Rumput

April 4, 2026
pulau rote

Pesona Tersembunyi Pulau Rote

March 20, 2026
Dinding Rembes dan Lembap? Ini Penyebab dan Solusinya

Dinding Rembes dan Lembap? Ini Penyebab dan Solusinya

March 6, 2026

Recent News

Ketua PW RMI-NU DKI Jakarta Blak-blakan: Kalau Pengurus Solid, NU Bisa Berdampak Besar bagi Masyarakat!

Ketua PW RMI-NU DKI Jakarta Blak-blakan: Kalau Pengurus Solid, NU Bisa Berdampak Besar bagi Masyarakat!

April 10, 2026
BeritaNU.net

Web Traffic

  • 3
  • 2
  • 22
  • 79
  • 31,421
  • 15,756
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2026 BeritaNU - Supprot by JasaWebSEO.com

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

cuaca 898100136

cuaca 898100137

cuaca 898100138

cuaca 898100139

cuaca 898100140

cuaca 898100141

cuaca 898100142

cuaca 898100143

cuaca 898100144

cuaca 898100145

cuaca 898100146

cuaca 898100147

cuaca 898100148

cuaca 898100149

cuaca 898100150

cuaca 898100151

cuaca 898100152

cuaca 898100153

cuaca 898100154

cuaca 898100155

article 999990061

article 999990062

article 999990063

article 999990064

article 999990065

article 999990069

article 999990070

article 999990071

article 999990072

article 999990073

article 999990074

article 999990075

article 710000131

article 710000132

article 710000133

article 710000134

article 710000135

article 710000136

article 710000137

article 710000138

article 710000139

article 710000140

article 710000141

article 710000151

article 710000152

article 710000153

article 710000154

article 710000155

article 710000156

article 710000157

article 710000158

article 710000159

article 710000160

article 710000161

article 710000162

article 710000163

article 710000164

article 710000165

article 710000166

article 710000167

article 710000168

article 710000169

article 710000170

article 710000171

article 710000172

article 710000173

article 710000174

article 710000175

article 710000176

article 710000177

article 710000178

article 710000179

article 710000180

cuaca 638000091

cuaca 638000092

cuaca 638000093

cuaca 638000094

cuaca 638000095

cuaca 638000096

cuaca 638000097

cuaca 638000098

cuaca 638000099

cuaca 638000100

cuaca 638000101

cuaca 638000102

cuaca 638000103

cuaca 638000104

cuaca 638000105

budaya 538000031

budaya 538000032

budaya 538000033

budaya 538000034

budaya 538000035

budaya 538000036

budaya 538000037

budaya 538000038

budaya 538000039

budaya 538000040

budaya 538000046

budaya 538000047

budaya 538000048

budaya 538000049

budaya 538000050

budaya 538000051

budaya 538000052

budaya 538000053

budaya 538000054

budaya 538000055

budaya 538000056

budaya 538000057

budaya 538000058

budaya 538000059

budaya 538000060

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

psda 438000066

psda 438000067

psda 438000068

psda 438000069

psda 438000070

psda 438000071

psda 438000072

psda 438000073

psda 438000074

psda 438000075

psda 438000076

psda 438000077

psda 438000078

psda 438000079

psda 438000080

psda 438000081

psda 438000082

psda 438000083

psda 438000084

psda 438000085

psda 438000086

psda 438000087

psda 438000088

psda 438000089

psda 438000090

psda 438000091

psda 438000092

psda 438000093

psda 438000094

psda 438000095

psda 438000096

psda 438000097

psda 438000098

psda 438000099

psda 438000100

psda 438000101

psda 438000102

psda 438000103

psda 438000104

psda 438000105

psda 438000106

psda 438000107

psda 438000108

psda 438000109

psda 438000110

news-1701
No Result
View All Result

© 2026 BeritaNU - Supprot by JasaWebSEO.com

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

berita 128000726

berita 128000727

berita 128000728

berita 128000729

berita 128000730

berita 128000731

berita 128000732

berita 128000733

berita 128000734

berita 128000735

berita 128000736

berita 128000737

berita 128000738

berita 128000739

berita 128000740

berita 128000741

berita 128000742

berita 128000743

berita 128000744

berita 128000745

berita 128000746

berita 128000747

berita 128000748

berita 128000749

berita 128000750

berita 128000751

berita 128000752

berita 128000753

berita 128000754

berita 128000755

artikel 128000821

artikel 128000822

artikel 128000823

artikel 128000824

artikel 128000825

artikel 128000826

artikel 128000827

artikel 128000828

artikel 128000829

artikel 128000830

artikel 128000831

artikel 128000832

artikel 128000833

artikel 128000834

artikel 128000835

artikel 128000836

artikel 128000837

artikel 128000838

artikel 128000839

artikel 128000840

artikel 128000841

artikel 128000842

artikel 128000843

artikel 128000844

artikel 128000845

artikel 128000846

artikel 128000847

artikel 128000848

artikel 128000849

artikel 128000850

article 138000756

article 138000757

article 138000758

article 138000759

article 138000760

article 138000761

article 138000762

article 138000763

article 138000764

article 138000765

article 138000766

article 138000767

article 138000768

article 138000769

article 138000770

article 138000771

article 138000772

article 138000773

article 138000774

article 138000775

article 138000776

article 138000777

article 138000778

article 138000779

article 138000780

article 138000781

article 138000782

article 138000783

article 138000784

article 138000785

article 138000816

article 138000817

article 138000818

article 138000819

article 138000820

article 138000821

article 138000822

article 138000823

article 138000824

article 138000825

article 138000826

article 138000827

article 138000828

article 138000829

article 138000830

article 138000831

article 138000832

article 138000833

article 138000834

article 138000835

article 138000836

article 138000837

article 138000838

article 138000839

article 138000840

article 138000841

article 138000842

article 138000843

article 138000844

article 138000845

article 138000786

article 138000787

article 138000788

article 138000789

article 138000790

article 138000791

article 138000792

article 138000793

article 138000794

article 138000795

article 138000796

article 138000797

article 138000798

article 138000799

article 138000800

article 138000801

article 138000802

article 138000803

article 138000804

article 138000805

article 138000806

article 138000807

article 138000808

article 138000809

article 138000810

article 138000811

article 138000812

article 138000813

article 138000814

article 138000815

story 138000816

story 138000817

story 138000818

story 138000819

story 138000820

story 138000821

story 138000822

story 138000823

story 138000824

story 138000825

story 138000826

story 138000827

story 138000828

story 138000829

story 138000830

story 138000831

story 138000832

story 138000833

story 138000834

story 138000835

story 138000836

story 138000837

story 138000838

story 138000839

story 138000840

story 138000841

story 138000842

story 138000843

story 138000844

story 138000845

article 138000726

article 138000727

article 138000728

article 138000729

article 138000730

article 138000731

article 138000732

article 138000733

article 138000734

article 138000735

article 138000736

article 138000737

article 138000738

article 138000739

article 138000740

article 138000741

article 138000742

article 138000743

article 138000744

article 138000745

article 208000456

article 208000457

article 208000458

article 208000459

article 208000460

article 208000461

article 208000462

article 208000463

article 208000464

article 208000465

article 208000466

article 208000467

article 208000468

article 208000469

article 208000470

journal-228000376

journal-228000377

journal-228000378

journal-228000379

journal-228000380

journal-228000381

journal-228000382

journal-228000383

journal-228000384

journal-228000385

journal-228000386

journal-228000387

journal-228000388

journal-228000389

journal-228000390

journal-228000391

journal-228000392

journal-228000393

journal-228000394

journal-228000395

journal-228000396

journal-228000397

journal-228000398

journal-228000399

journal-228000400

journal-228000401

journal-228000402

journal-228000403

journal-228000404

journal-228000405

article 228000376

article 228000377

article 228000378

article 228000379

article 228000380

article 228000381

article 228000382

article 228000383

article 228000384

article 228000385

article 228000386

article 228000387

article 228000388

article 228000389

article 228000390

article 228000391

article 228000392

article 228000393

article 228000394

article 228000395

article 228000396

article 228000397

article 228000398

article 228000399

article 228000400

article 228000401

article 228000402

article 228000403

article 228000404

article 228000405

article 228000406

article 228000407

article 228000408

article 228000409

article 228000410

article 228000411

article 228000412

article 228000413

article 228000414

article 228000415

article 228000416

article 228000417

article 228000418

article 228000419

article 228000420

article 228000421

article 228000422

article 228000423

article 228000424

article 228000425

article 228000426

article 228000427

article 228000428

article 228000429

article 228000430

article 228000431

article 228000432

article 228000433

article 228000434

article 228000435

article 238000461

article 238000462

article 238000463

article 238000464

article 238000465

article 238000466

article 238000467

article 238000468

article 238000469

article 238000470

article 238000471

article 238000472

article 238000473

article 238000474

article 238000475

article 238000476

article 238000477

article 238000478

article 238000479

article 238000480

article 238000481

article 238000482

article 238000483

article 238000484

article 238000485

article 238000486

article 238000487

article 238000488

article 238000489

article 238000490

article 238000491

article 238000492

article 238000493

article 238000494

article 238000495

article 238000496

article 238000497

article 238000498

article 238000499

article 238000500

article 238000501

article 238000502

article 238000503

article 238000504

article 238000505

article 238000506

article 238000507

article 238000508

article 238000509

article 238000510

article 238000511

article 238000512

article 238000513

article 238000514

article 238000515

article 238000516

article 238000517

article 238000518

article 238000519

article 238000520

update 238000492

update 238000493

update 238000494

update 238000495

update 238000496

update 238000497

update 238000498

update 238000499

update 238000500

update 238000501

update 238000502

update 238000503

update 238000504

update 238000505

update 238000506

update 238000507

update 238000508

update 238000509

update 238000510

update 238000511

update 238000512

update 238000513

update 238000514

update 238000515

update 238000516

update 238000517

update 238000518

update 238000519

update 238000520

update 238000521

sumbar-238000396

sumbar-238000397

sumbar-238000398

sumbar-238000399

sumbar-238000400

sumbar-238000401

sumbar-238000402

sumbar-238000403

sumbar-238000404

sumbar-238000405

sumbar-238000406

sumbar-238000407

sumbar-238000408

sumbar-238000409

sumbar-238000410

news-1701