BeritaNU.NET
Friday, August 29, 2025
  • Login
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
    Manaqib KH Anwar Musaddad: Sang Diplomat Sejati dari Priangan

    Manaqib KH Anwar Musaddad: Sang Diplomat Sejati dari Priangan

    Di Pertempuran Surabaya, Hanya Ada (Kekuatan ) NU!

    Di Pertempuran Surabaya, Hanya Ada (Kekuatan ) NU!

    WALHI Adakan Konferensi Orang Muda untuk Suarakan Perubahan Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik

    WALHI Adakan Konferensi Orang Muda untuk Suarakan Perubahan Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik

    RM Rawon Bidadari Kediri Sediakan Makan dan Minum Gratis sebagai Dukungan Aksi Politik untuk Prof. Mahfud

    RM Rawon Bidadari Kediri Sediakan Makan dan Minum Gratis sebagai Dukungan Aksi Politik untuk Prof. Mahfud

    Ucapan Selamat Cak Rofi, Leader Nahdliyyin United, untuk Bacapres Ganjar Pranowo dan Bacawapres Mahfud MD!

    Mengapa Nahdliyyin United Perlu Ada?

    Para Perempuan Mulia dan Maulid Nabi SAW

    Para Perempuan Mulia dan Maulid Nabi SAW

    Siapapun yang  Gandeng Tokoh NU Sebagai Cawapres di Pilpres 2024,  Insya Allaah Jadi RI 1

    Siapapun yang Gandeng Tokoh NU Sebagai Cawapres di Pilpres 2024, Insya Allaah Jadi RI 1

    Kesadaran Ekologis Pesantren Melalui Tradisi Ro’an

    Kesadaran Ekologis Pesantren Melalui Tradisi Ro’an

    Yusuf Mansur Mendorong Solusi Merdeka dari Utang: Menelusuri Tantangan Keuangan Masyarakat pada Peringatan Kemerdekaan RI ke-78

    Yusuf Mansur Mendorong Solusi Merdeka dari Utang: Menelusuri Tantangan Keuangan Masyarakat pada Peringatan Kemerdekaan RI ke-78

    Dahsyatnya Sedekah Jariyah dan Keistimewaanya

    Dahsyatnya Sedekah Jariyah dan Keistimewaanya

  • Internasional
    Inilah Fungsi PCINU yang Harus Nahdliyin Ketahui

    Inilah Fungsi PCINU yang Harus Nahdliyin Ketahui

    Mengenal Gastro kolonialisme | Jajahan Pangan di Papua Buat Masyarakat Untung atau Buntung?

    Mengenal Gastro kolonialisme | Jajahan Pangan di Papua Buat Masyarakat Untung atau Buntung?

    Menyelami Fenomena Child Free Berdasarkan Pandangan Islam

    Menyelami Fenomena Child Free Berdasarkan Pandangan Islam

    Trending Tags

    • Golden globes
    • Climate Change
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Budaya
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Sains
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
    Manaqib KH Anwar Musaddad: Sang Diplomat Sejati dari Priangan

    Manaqib KH Anwar Musaddad: Sang Diplomat Sejati dari Priangan

    Di Pertempuran Surabaya, Hanya Ada (Kekuatan ) NU!

    Di Pertempuran Surabaya, Hanya Ada (Kekuatan ) NU!

    WALHI Adakan Konferensi Orang Muda untuk Suarakan Perubahan Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik

    WALHI Adakan Konferensi Orang Muda untuk Suarakan Perubahan Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik

    RM Rawon Bidadari Kediri Sediakan Makan dan Minum Gratis sebagai Dukungan Aksi Politik untuk Prof. Mahfud

    RM Rawon Bidadari Kediri Sediakan Makan dan Minum Gratis sebagai Dukungan Aksi Politik untuk Prof. Mahfud

    Ucapan Selamat Cak Rofi, Leader Nahdliyyin United, untuk Bacapres Ganjar Pranowo dan Bacawapres Mahfud MD!

    Mengapa Nahdliyyin United Perlu Ada?

    Para Perempuan Mulia dan Maulid Nabi SAW

    Para Perempuan Mulia dan Maulid Nabi SAW

    Siapapun yang  Gandeng Tokoh NU Sebagai Cawapres di Pilpres 2024,  Insya Allaah Jadi RI 1

    Siapapun yang Gandeng Tokoh NU Sebagai Cawapres di Pilpres 2024, Insya Allaah Jadi RI 1

    Kesadaran Ekologis Pesantren Melalui Tradisi Ro’an

    Kesadaran Ekologis Pesantren Melalui Tradisi Ro’an

    Yusuf Mansur Mendorong Solusi Merdeka dari Utang: Menelusuri Tantangan Keuangan Masyarakat pada Peringatan Kemerdekaan RI ke-78

    Yusuf Mansur Mendorong Solusi Merdeka dari Utang: Menelusuri Tantangan Keuangan Masyarakat pada Peringatan Kemerdekaan RI ke-78

    Dahsyatnya Sedekah Jariyah dan Keistimewaanya

    Dahsyatnya Sedekah Jariyah dan Keistimewaanya

  • Internasional
    Inilah Fungsi PCINU yang Harus Nahdliyin Ketahui

    Inilah Fungsi PCINU yang Harus Nahdliyin Ketahui

    Mengenal Gastro kolonialisme | Jajahan Pangan di Papua Buat Masyarakat Untung atau Buntung?

    Mengenal Gastro kolonialisme | Jajahan Pangan di Papua Buat Masyarakat Untung atau Buntung?

    Menyelami Fenomena Child Free Berdasarkan Pandangan Islam

    Menyelami Fenomena Child Free Berdasarkan Pandangan Islam

    Trending Tags

    • Golden globes
    • Climate Change
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Budaya
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Sains
No Result
View All Result
BeritaNU.net
No Result
View All Result
Home Artikel

Manaqib KH Anwar Musaddad: Sang Diplomat Sejati dari Priangan

Admin Redaktur by Admin Redaktur
April 3, 2025
in Artikel
0
Manaqib KH Anwar Musaddad: Sang Diplomat Sejati dari Priangan

 

KH Anwar Musaddad adalah Ketua Kokesin dan Pendiri Hizbullah Priangan (Parahyangan) yang dimakamkan di Komplek Pesantren Al-Musaddadiyah, Jayaraga, Garut.

RELATED POSTS

Di Pertempuran Surabaya, Hanya Ada (Kekuatan ) NU!

WALHI Adakan Konferensi Orang Muda untuk Suarakan Perubahan Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik

Pembaca mungkin heran ketika membaca kata ‘diplomat’ di dalam judul tulisan ini. Banyak orang mengenal kiprah KH Anwar Musaddad sebagai seorang Guru Besar, pendiri, sekaligus rektor pertama Institut Agana Islam Negeri (IAIN) Sunan Gunung Djati, Bandung (1968). Beliau juga pendiri Pondok Pesantren dan Yayasan Pendidikan Al-Musaddadiyah di Garut. Sepeninggal beliau pada tahun 2000, kepemimpinan pondok dilanjutkan oleh Dra. Hj. Yies Sa’diyah, M.Pd., dan adik-adiknya. Pesantren ini terus berkembang dengan jumlah siswa dan santri putra dan putri dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketika saya menuliskan salah satu sisi keilmuan dan keterampilannya sebagai diplomat, orang mungkin bertanya-tanya, “Kiai Musaddad pernah bertugas di negara mana? Apa jabatan yang diembannya, sebagai atase, konsuler, atau duta besar?” Pertanyaan semacam itu wajar jika seseorang memahami kata “diplomat” sebatas jabatan atau profesi yang diberikan kepada seseorang yang bertugas dalam kegiatan diplomatik.

Dalam perjalanan kariernya, Kiai Musaddad memang tidak pernah menyandang profesi sebagai konsuler atau duta besar. Namun, secara praktik, beliau sudah melaksanakan tugas melebihi tugas pokok dan fungsi seorang diplomat.

Literasi tentang perjalanan keilmuan KH Anwar Musaddad, yang lahir pada 3 April 1909, telah banyak dimuat di berbagai media. Ia pernah bersekolah di HIS (setingkat SD) Kristen, lalu melanjutkan ke sekolah MULO (setingkat SMP) Kristen di Garut, dan kemudian berlanjut di tingkat AMS (setingkat SMA) Kristen di Sukabumi. Ketika sedang bersekolah di AMS, ibunya memintanya pindah ke Pesantren Cipari Wanaraja, Garut, khusus untuk belajar ilmu agama.

Tidak cukup belajar agama Islam di Garut, pada tahun 1930 beliau menimba ilmu ke Mekkah dan bermukim di sana selama 11 tahun di Madrasah Al-Falah. Beliau belajar dari ulama-ulama terkenal masa itu, seperti Sayyid Alwi al-Maliki, Syekh Umar Hamdan, Sayyid Amin Qubti, Syekh Janan Toyyib (Mufti Tanah Haram asal Minang), dan Syekh Abdul Muqoddasi (Mufti Tanah Haram asal Solo). Beliau memiliki kemampuan berbicara dan menulis dalam bahasa Indonesia, Belanda, dan Arab dengan sangat baik. Sebelumnya, selama kurang lebih satu tahun (1930), ia berguru kepemimpinan kepada H.O.S. Tjokroaminoto di Jakarta.

Tahun 1941, beliau pulang ke tanah air tidak sendirian, tetapi membawa serta rombongan warga negara Indonesia yang terlantar yang sudah bertahun-tahun bermukim di Hijaz. Kiai Musaddad membawa serta 630 orang laki-laki, perempuan, dan anak-anak menggunakan kapal  S.S. Garoet-Rotterdam. Mereka adalah rombongan terakhir yang ia pimpin sendiri dalam perjalanan selama 26 hari dari Jeddah ke Tanjung Priok. Total ada 2.320 orang dewasa dan 184 anak-anak) yang berhasil dipulangkan kembali ke Hindia BelandaProses pemulangan ribuan warga yang terkatung-katung di negeri Arab itu membutuhkan keterampilan diplomasi yang sangat tinggi. Tidak hanya kemampuan bahasa, tetapi juga pendekatan yang cerdik, menggunakan teknik advokasi yang sangat luar biasa agar program pemulangan tersebut berhasil.

Sisi lain dari perjuangan Kiai Musaddad adalah kiprahnya dalam dunia politik, saat ia ikut membangun sebuah kekuatan sayap militer Masyumi di Priangan yang diberi nama barisan Hizbullah. Saat itu, usianya sekitar 36 tahun. Ia tidak hanya menjadi guru, tetapi juga seorang pelatih, mentor, dan pendamping dalam tugas kemiliteran, sekaligus memberikan bekal ilmu agama. Namanya tercantum dalam struktur tertinggi organsiasi Hizbullah Priangan. Di bawah asuhan Kiai Musaddad, para prajurit Barisan Hizbullah Priangan tidak hanya mahir dalam taktik dan praktik berperang, tetapi juga memahami dengan baik pengetahuan dan amalan agama. Ia turut merasakan kekerasan saat perang benar-benar meletus, misalnya saat markas Hizbullah di Cicadas Bandung dibom oleh tentara sekutu yang diboncengi Belanda.

 

Sang Diplomat Sejati

Pada saat Kiai Musaddad bermukim di Jeddah (1930–1941), bersamaan dengan itu juga terjadi Perang Dunia II, di mana Kerajaan Belanda sedang mengalami kekalahan dari tentara Jerman, lalu Belanda memindahkan ibukotanya ke London, Inggris. Situasi ini sangat berdampak pada perkembangan ekonomi dan terutama sistem transportasi di Negeri Jajahan Hindia Belanda. Kapal-kapal besar yang biasa lalu-lalang dari Surabaya atau Batavia dari dan menuju Jeddah, menjadi terhambat. Pengiriman uang dan perjalanan orang sangat terganggu. Ribuan warga Indonesia yang bermukim di Saudi Arabia untuk keperluan haji, menuntut ilmu, hingga bekerja, terlunta-lunta karena kehabisa bekal. Mereka hanya menginginkan satu hal, segera pulang ke kampung halaman.   Tahun 1940 adalah puncak krisis di Negeri Belanda yang berpengaruh terhadap warga jajahan di Hindia Belanda yang bermukim di Hijaz. Para pemuka mukimin di Hijaz, termasuk Kiai Musaddad, sepakat membentuk wadah perkumpulan yang dinamakan Komite Kesengsaraan Indonesia yang disingkat Kokesin. Kiai Musaddad didapuk menjadi Ketua Kokesin terakhir dan bertugas memimpin rombongan terakhir yang hendak pulang ke tanah air.

Proses pemulangan dengan kapal milik Belanda itu sungguh tidak mudah, mengingat jumlah warga yang terlantar mencapai ribuan. Pada saat itulah kemampuan diplomasi untuk melakukan pendekatan dengan para pihak, baik kepada Konsulat Hindia Belanda yang ada di Saudi Arabia maupun perwakilan pemerintah dan parlemen di Batavia, diuji. Juga dengan para pemuka organisasi Islam yang tergabung dalam Majelis Islam A’la Indoneai (MIAI).

Kiai Musaddad yang pernah menjadi ajudan pribadi H.O.S. Tjokroaminoto, ikut memudahkan hubungan dengan MIAI ini. Maka, saat Kokesin mengirim surat ke tanah air untuk pertama kali dengan judul, Rakyat Indonesia Sengsara Minta Kapal Vrij. Vrij maksudnya adalah cuma-cuma. Segera saja permintaan itu menjadi topik utama para pihak terkait; pemerintah, parlemen, tokoh-tokoh Islam, dan media massa. Isu mukimin terlantar menjadi liputan media hampir sepanjang tahun 1940-1941.

Surat itu juga dikirimkan kepada Raja Ibnu Saud. Dengan berbagai teknik pendekatan diplomasi yang jitu, akhirnya Raja meneruskan permintaan itu kepada Menteri Luar Negeri, Amir Faizal; yang selanjutnya Amir Faizal meminta kepada Konsul Hindia Belanda di Jeddah agar lebih serius mengurusi nasib para mukimin.

Atas kegigihannya, pada tanggal 15 September 1941, rombongan terakhir yang ia pimpin berangkat pulang ke Tanah Air. Perjalanan selama 26 hari di atas kapal itu telah mencatatkan cerita yang begitu syahdu. Kebetulan saat itu berbarengan dengan bulan puasa. Para penumpang kapal harus berpuasa lengkap dengan semua ritualnya, termasuk shalat tarawih, membayar zakat, shalat Idul Fitri hingga menyembelih sapi untuk dimakan bersama-sama. Semua dilakukan di atas kapal Laut. Dan Kapal Laut S.S. Garoet akhirnya bisa berlabuh Tanjung Priok pada 4 November 1941.

Akhir kalam, membaca buku KH Anwar Musaddad, Ketua Kokesin dan Pendiri Hizbullah Priangan, yang ditulis oleh Iip D. Yahya, seakan membaca kisah yang sangat mengharukan. Buku ini berhasil mengungkap sisi terang yang jarang sekali terungkap ke publik. Seperti yang saya tulis di atas, cerita tentang perjalanan keilmuan dan dakwah Kiai Musaddad sudah bisa dengan mudah ditemukan di berbagai media. Namun, sisi keterampilan dan keilmuan dalam bidang diplomasi, ini baru bisa ditemukan dalam buku ini.   Buku yang ditulis Iip Yahya ini tidak hanya ditulis dengan pilihan kata yang enak dan tidak hanya berdasarkan cerita dari keluarga atau gosip dari mulut ke mulut. Tulisan di dalam buku ini merujuk pada bacaan yang sangat luas, termasuk kliping koran yang memuat pemberitaan tentang kiprah Kiai Musaddad dari tahun 1930 hingga 1970-an. Sekalipun penulisnya hanya punya waktu singkat untuk riset, tetapi ia berhasil mendapatkan semua sumber rujukan penting tersebut dari Perpustakaan Nasional di Jakarta. Selamat membaca buku yang mampu mengungkap sisi terang dari seorang alim, pejuang, guru, intelektual, sekaligus diplomat sejati.

Penulis: Ahsan Jamet Hamidi, Ketua Ranting Muhammadiyah Legoso dan Wakil Sekretaris LPCRPM, PP Muhammadiyah.

ShareTweetSend

Related Posts

Di Pertempuran Surabaya, Hanya Ada (Kekuatan ) NU!

Di Pertempuran Surabaya, Hanya Ada (Kekuatan ) NU!

by Admin Redaktur
October 26, 2024
0

Oleh: Rakhmad Zailani Kiki Peneliti dan Penulis Sejarah Islam dan NU di Jakarta   “Di Pertempuran Surabaya, 10 November 1945,...

WALHI Adakan Konferensi Orang Muda untuk Suarakan Perubahan Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik

WALHI Adakan Konferensi Orang Muda untuk Suarakan Perubahan Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik

by Wiwit Musaadah
November 26, 2023
0

BERITANU.NET, JAKARTA-Wahana Lingkungan Hidup Indonesia mengadakan Konferensi Orang Muda untuk Menyuarakan Perubahan untuk Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik acara...

RM Rawon Bidadari Kediri Sediakan Makan dan Minum Gratis sebagai Dukungan Aksi Politik untuk Prof. Mahfud

RM Rawon Bidadari Kediri Sediakan Makan dan Minum Gratis sebagai Dukungan Aksi Politik untuk Prof. Mahfud

by Admin Redaktur
November 19, 2023
0

Rumah Makan Rawon Bidadari di Kediri, Jawa Timur, secara resmi menggelar program Makan dan Minum Gratis sebagai bentuk dukungan terhadap...

Ucapan Selamat Cak Rofi, Leader Nahdliyyin United, untuk Bacapres Ganjar Pranowo dan Bacawapres Mahfud MD!

Mengapa Nahdliyyin United Perlu Ada?

by Admin Redaktur
November 18, 2023
0

Oleh: Rakhmad Zailani Kiki Aktivis Nahdliyyin United   Nahdliyyin United lahir dari kegelisahan beberapa  orang Nahdliyyin tentang masih banyak orang-orang...

Para Perempuan Mulia dan Maulid Nabi SAW

Para Perempuan Mulia dan Maulid Nabi SAW

by Admin Redaktur
November 5, 2023
0

Oleh: Tati Kurniati, S.Ag, MA. Dosen PAI Universitas Trisakti / Arsiparis Ahli Madya, Ditjen Pendis Kemenag RI Peringatan Maulid Nabi...

Seedbacklink

RECOMMENDED

Hima Akuntansi Unusia Raih Juara 3 Fashion Show Dies Natalis Ke-10

Hima Akuntansi Unusia Raih Juara 3 Fashion Show Dies Natalis Ke-10

July 20, 2025
Akuntansi UNUSIA Akan Bahas Perang Iran–Israel Bagi Ekonomi

Akuntansi UNUSIA Akan Bahas Perang Iran–Israel Bagi Ekonomi

July 20, 2025
PWNU DKI Jakarta Tidak Pernah Menyatakan Danone Aqua Tidak Terafiliasi dengan Israel

PWNU DKI Jakarta Tidak Pernah Menyatakan Danone Aqua Tidak Terafiliasi dengan Israel

May 9, 2025
Kauniyah Oil

Kauniyah Oil: Rahasia Lembut Alami dari Minyak Telon Premium untuk Kesehatan Keluarga

April 17, 2025
Serangan Israel Semakin Biadab, Analis: Aktivitas Boikot Produk Terafiliasi Israel di Indonesia Bakal Semakin Membesar

Serangan Israel Semakin Biadab, Analis: Aktivitas Boikot Produk Terafiliasi Israel di Indonesia Bakal Semakin Membesar

April 15, 2025
Manaqib KH Anwar Musaddad: Sang Diplomat Sejati dari Priangan

Manaqib KH Anwar Musaddad: Sang Diplomat Sejati dari Priangan

April 3, 2025
Voucher Spesial Mudik Lebaran 2025 Rawon Bidadari, Kediri, Jatim:  Sarapan Pagi Gratis untuk Pemudik!

Voucher Spesial Mudik Lebaran 2025 Rawon Bidadari, Kediri, Jatim: Sarapan Pagi Gratis untuk Pemudik!

March 31, 2025
BeritaNU.net

CATEGORY

  • Advertorial
  • Artikel
  • Berita
  • Budaya
  • Daerah
  • Donasi
  • Ekonomi
  • Even
  • Hukum
  • Internasional
  • Kesehatan
  • KOMPEC
  • Lingkungan
  • Obituari
  • Pendidikan
  • Politik
  • Pustaka
  • Sains
  • Tokoh
  • Usaha

Susunan Kepengurusan Beritanu.net

Pemimpin umum:
Rakhmad Zailani Kiki

Pemimpin Perusahaan:
Moch. Irwan

Pemimpin Redaksi:
Wiwit Musa’ada
Super Admin & Web Developer: M. Fikri
Redaktur dan Jurnalis:
Abdurrohman Mubarok
Desainer Grafis Visualisasi Konten:
Saeful Imron
Media Sosial Spesialist:
Rizki Pratami Putri

Recent Posts

  • Hima Akuntansi Unusia Raih Juara 3 Fashion Show Dies Natalis Ke-10
  • Akuntansi UNUSIA Akan Bahas Perang Iran–Israel Bagi Ekonomi
  • PWNU DKI Jakarta Tidak Pernah Menyatakan Danone Aqua Tidak Terafiliasi dengan Israel
  • Kauniyah Oil: Rahasia Lembut Alami dari Minyak Telon Premium untuk Kesehatan Keluarga
  • Serangan Israel Semakin Biadab, Analis: Aktivitas Boikot Produk Terafiliasi Israel di Indonesia Bakal Semakin Membesar
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Internasional
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Budaya
  • Kesehatan
  • Sains
  • Pendidikan
  • Tokoh
  • Donasi
  • Even
  • Lingkungan
  • Obituari
  • Sains
  • Usaha
  • Video
  • KOMPEC

© 2021 BeritaNU.net - Nahdliyyin United

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In