BERITANU.NET, JAKARTA -Rapat pleno yang dihadiri oleh sebagian jajaran syuriah, mustasyar dan tanfidziyah PBNU di bawah kepemimpinan KH Miftachul Akhyar di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (9/10/2025) yang menetapkan KH Zulfa Mustofa MY sebagai PJ Ketua Umum PBNU telah membuat konflik PBNU memasuki babak baru yang lebih panas. Kubu Gus Yahya tidak tinggal diam dan akan membalasnya dengan pleno juga.
Konflik kedua kubu yang sudah head to head ini tentu sangat memprihatinkan dan memancing reaksi banyak pihak, seperti dari Nahdliyyin United, sebuah gerakan kultural NU di bawah kepemimpinan Muhammad Rofi`i Mukhlis atau Cak Ofi.
“Konflik Ini sudah sangat memprihatinkan karena ketetapan Rapat Pleno di Hotel Sultan jelas sudah menutup pintu islah kedua kubu. Ini sudah mengarah ke konflik habis-habisan. Tentu yang akan kembali jadi korban ya NU-nya, pengurus NU di semua tingkatan dan juga Nahdliyyin di akar rumput. Jadi, dari pada jadi korban, Nahdliyyin harus bentuk poros ketiga: Laa Yahya wa laa Zulfa!” Seru Cak Ofi dalam siaran persnya.
Lebih lanjut, Cak Ofi menyatakan bahwa hari-hari ke depan bangsa Indonesia, khususnya Nahdliyyin, akan menyaksikan tingkah laku dan tindakan mereka yang berkonflik di PBNU dengan tingkah dan tindakan yang mempermalukan NU, mempermalukan para sesepuh NU yang sebelumnya berusaha sekuat tenaga untuk terjadinya islah.
“Periode PBNU duet Kyai Miftachul Akhyar dan Gus Yahya ini merupakan yang terburuk sejak NU berdiri. Beliau-beliau ini sudah tidak bisa lagi diharapkan. Berada di antara kubu keduanya hanya mempermalukan diri sendiri dan merugikan diri sendiri: Menang jadi arang, kalah jadi abu!” Tegas Cak Ofi.
“Karenanya, sebagai Leader Nahdliyyin United, saya mengajak Nahdliyyin untuk tidak berada di kedua kubu. Khidmat di NU tidak harus berada di kedua kubu tersebut, karena selama ini yang banyak menggerakan NU itu justru para pengurus yang berada di tingkatan bawah yang langsung berurusan dengan Nahdliyyin di akar rumput. Anggap saja saat ini PBNU sedang cuti bekerja. Baru kita mengganggap PBNU ada jika sudah terjadi Muktamar NU yang menetapkan Rais Am dan Ketua Umum PBNU yang baru,”pungkas Cak Ofi.












