Dinding yang rembes dan lembap sering menjadi masalah, terutama saat musim hujan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat merusak tampilan bangunan hingga memicu kerusakan struktur. Karena itu, penting memberikan perlindungan seperti cat waterproofing yang tepat.
Selain itu, memahami penyebabnya dan memilih solusi juga penting untuk perlindungan jangka panjang. Lantas, apa saja hal yang harus kita waspadai? Simak selengkapnya untuk melindungi bangunan Anda!

Pexels
Penyebab Dinding Rembes dan Lembap
Terkadang, penyebab dinding rembes memang sulit diketahui. Karena itu, kita perlu tahu beberapa potensi yang menjadi alasan utama mengapa masalah ini terjadi. Apa sajakah itu?
-
Retak Halus pada Permukaan Dinding
Retakan biasanya terbentuk akibat perubahan suhu, penyusutan beton, atau pergerakan struktur bangunan yang kecil namun terus-menerus. Meskipun ukurannya tampak kecil, celah ini cukup untuk memungkinkan air hujan atau kelembapan untuk masuk.
-
Lapisan Pelindung yang Sudah Rusak atau Menipis
Saat lapisan pelindung kehilangan ketebalannya dan mulai mengelupas, air hujan dan kelembapan udara dapat menembus lebih mudah ke bagian dalam dinding.
Kondisi ini sering terlihat ketika noda basah muncul di permukaan, cat mulai rusak, atau muncul bau lembap yang tidak sedap.
-
Sistem Drainase yang Kurang Optimal
Penting untuk diperhatikan, air hujan atau limpasan dari atap yang tidak mengalir dengan lancar akan menumpuk di sekitar pondasi atau dinding luar.
Genangan yang terus-menerus ini lama-kelamaan meresap ke dalam dinding dan menyebabkan kelembapan meningkat.
-
Kualitas Plester dan Acian yang Kurang Baik
Plester atau acian yang dibuat dengan campuran tidak tepat atau asal akan meninggalkan pori-pori dan celah halus di permukaan dinding.
Celah-celah ini memungkinkan air hujan dan kelembapan meresap ke dalam struktur dinding sehingga menimbulkan noda basah.
-
Paparan Hujan Terus-Menerus pada Dinding Eksterior
Air hujan yang selalu membasahi permukaan dinding juga akan perlahan-lahan meresap. Hasilnya, kelembapan meningkat bahkan bisa menimbulkan bau apek di dalam ruangan.
Kondisi ini kian parah jika saluran air atau talang tidak berfungsi optimal, sehingga air menumpuk dan menekan dinding.
Masalah lembap adalah hal serius yang harus diperhatikan. Jika dibiarkan, bangunan pun melemah bahkan menimbulkan masalah kesehatan!
Solusi Mengatasi Dinding Rembes dan Lembap
Menjaga hunian tetap sehat dan terhindar dari lembap bukanlah hal mustahil. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk menghindari potensi kerusakannya.
-
Identifikasi dan Perbaiki Sumber Retak
Anda bisa mulai dengan mengidentifikasi sumber retak pada dinding sebelum melakukan perbaikan agar masalah rembesan dan lembap bisa tertangani dengan efektif.
Mengetahui lokasi dan jenis retakan membantu menentukan metode perbaikan yang tepat. Setelah perbaikan dilakukan, area tersebut harus diperiksa kembali untuk memastikan celah tertutup rapat dan tidak ada jalur masuk bagi air.
Langkah ini penting untuk mencegah kelembapan menyebar ke bagian lain dari dinding. Penting juga aplikasikan cat waterproofing agar selalu terlindungi.
-
Perbaikan Plester atau Acian yang Rusak
Bagian yang sudah mengelupas atau rapuh perlu dibersihkan dan diganti dengan bahan baru agar permukaan kembali padat dan rapat. Proses perbaikan yang teliti akan menutup pori-pori dan celah halus.
Dengan plester dan acian yang kuat, dinding menjadi lebih tahan terhadap hujan dan kelembapan. Anda pun bisa memperpanjang umur cat dan lapisan pelindung lainnya.
-
Pastikan Saluran Air Berfungsi dengan Baik

Pexels
Untuk mencegah lembap dan rembes, Anda juga perlu memastikan saluran air di sekeliling bangunan bekerja dengan baik. Air hujan yang tidak mengalir lancar akan menumpuk di sekitar dinding dan menimbulkan tekanan pada permukaan.
Akibatnya, kelembapan mudah muncul bahkan menimbulkan noda dinding. Saat kita menjaga saluran tetap bersih dan aliran air lancar, risiko rembesan bisa dikurangi secara signifikan.
-
Aplikasi Cat Waterproofing pada Permukaan Dinding
Kemudian, cara efektif lainnya yang bisa Anda lakukan adalah mengaplikasikan cat waterproofing pada permukaan. Lapisan cat ini akan menutup pori-pori dan celah halus, sehingga air hujan atau kelembapan udara tidak menembus.
Selain itu, cat anti bocor mampu melindungi permukaan dari noda basah dan pengelupasan cat. Penerapan yang merata dan sesuai petunjuk produk sangat penting agar fungsi pelindungnya maksimal.
-
Lakukan Perawatan dan Inspeksi Berkala
Terakhir, cek kondisi dinding secara berkala. Anda bisa segera mengetahui area yang mulai lembap, cat yang rusak, atau lapisan pelindung yang mulai menipis. Tindakan cepat pada bagian yang mulai bermasalah akan menghentikan penyebaran kelembapan.
Selain itu, perawatan rutin membantu memperpanjang umur dinding, menjaga estetika, dan mengurangi biaya perbaikan di kemudian hari. Miliki jadwal pemeriksaan yang rutin agar Anda bisa memastikan dinding dalam kondisi optimal.
Saat semua langkah di atas dilakukan, Anda pun memiliki perlindungan ekstra untuk menghindari lembap dan risiko rembes. Bangunan lebih awet, sehat, dan tentunya tak mudah mengalami pelapukan.
Hempas Rembes dan Lembap dengan Waterproofing Sika!
Waterproofing memiliki peranan terpenting dalam mencegah lembap. Karena itu, memilih produk terpercaya sejak awal adalah investasi untuk bangunan! Contohnya seperti produk SikaCoat Plus dari Sika!
Produk ini memiliki alkali resistance yang baik, mudah diaplikasikan, elastisitas yang tinggi, serta memiliki stabilitas UV yang baik. Produk juga kedap air, mampu menutup retak, konsumsi rendah, serta dapat mengurangi waktu pengerjaan.
Sika memiliki pengalaman 115 tahun dalam meng-handle proyek global, seperti Teater Royal Shakespeare di UK. Sika juga menjadi pencetus waterproofing semen pertama di Indonesia.
Bersama cat waterproofing Sika, dinding Anda bisa terhindar dari rembes dan lembap. Temukan produk Sika sekarang juga di Shopee Official Store Sika!













